CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 April 2008

Sejarah Pembentukan Muka Bumi

Bumi merupakan planet terbesar ke-5 di antara 8 planet dalam tata surya kita. Diameter bumi 12.756 km ( di khatulistiwa ). Jaraknya ke matahari sekitar 150.000.000 km ( di kenal dengan Satuan Astronomi ( SA)). Diselimuti oleh atmosfer yang mengandung banyak oksigen. Di Bumi tersedia air yang cukup dan suhu permukaan rata-ratanya 22o C. oleh karena itu bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat didiami makhluk hidup.

Kala revolusinya 365 ¼ hari ( 1 tahun). Untuk sekali berputar pada porosnya ( rotasi) selama 24 jam ( 1 hari ). Memiliki sebuah satelit alami, yaitu bulan yang berjarak 385.000 km dari bumi.

A. SEJARAH PEMBENTUKAN MUKA BUMI

Geological Time Scale atau Kolom Geologi menggambarkan sejarah peristiwa pembentukan muka bumi yang disusun secara kronologis

1. Skala waktu geologi

Secara umum dibedakan menjadi :

i. Haden ( di bawah muka bumi ) 4,6 Milyar tahun-3,9 Milyar tahun

ii. Archae ( kuno) 3,9 Milyar tahun – 2,5 Milyar tahun

Merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi menjadi protokontinen ; terdapat kraton \ perisai benua, mikoroorganisme primitive, dan terbentuknya Indrofer dan atmosfer.

iii. Proterozoic ( awal kehidupan ) 2,5 Milyar tahun – 545 juta tahun.

Tergabung dalam Precambrian.

Perkembangan bentuk hidrosfer dan atmosfer, munculnya organisme eukariota dan prokariota ( awal ), invertebrate ( akhir ).

iv. Phanerozoic ( kehidupan yang terlihat ).

a) Era Paleozoic ( kehidupan kuno ).

1) Periode kambrium ® 545-505 juta tahun.

Hewan invertebrata muncul dalam kehidupan laut, muncul daratan Gondwana ( Pannotia ) cikal bakal Antartika, Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan.

2) Periode Ordoviches ® 505-438 juta tahun.

Muncul hewan vertebrata ( ikan tanpa rahang ), meluapnya Samudra dari zaman es Gondwana dan benua lain menutup celah samudra yang berada di antaranya.

3) Periode Silur ® 438-408 juta tahun.

Muncul tumbuhan darat ( paku ) Þ peralihan kehidupan dari air ke darat, deretan pegunungan mulai terbentuk.

4) Periode Devon ® 408-360 juta tahun.

Perkembangan jenis ikan dan tumbuhan darat, muncul hewan amfibi, muncul serangga, samudra menyempit, Gondwana menutupi Eropa, amerika utara, dan tanah hijau.

5) Periode karbon

Reptilian yang dapat meletakkan telur di luar air muncul, serangga raksasa muncul, amfibi memingkat jumlahnya, pohon muncul, benua di muka bumi menyatu (Pangea).

· Peride Mississipian ® 360-320 juta tahun.

· Periode Pennsylvanian ® 320-286 juta tahun.

6) Periode Perm ® 286-248 juta tahun.

Reptilian meningkat, serangga modern muncul, begitu juga tumbuhan Leonifer dan Gingko Primitif. Amfibi kurang berperan, kepunahan masa skala besar. Gurun pasir terbentuk.

b) Era Mezosoikum ( kehidupan masa pertengahan ).

1. Periode Trias ® 248-213 juta tahun

Dinosaurus dan reptilia laut raksasa muncul, begitu juga mamalia. Lembaran es mencair, celah-celah pangea terbentuk.

2. Periode Jura ® 213-144 juta tahun.

Perkembangan bentuk hewan dan tumbuhan, beserta jumlah dan perannya, amerika Utara dan Amerika Selatan berpisah dari Pangea.

3. Periode Kapur ® 144-65 juta tahun

Þ Mulai ditemukan Dinasaurus, hewan vertebrata paling banyak ditemukan pada era mezosoikum juga tanaman berbunga.

Þ Dinosaurus punah, mamalia berari-ari muncul. Dengan perkembangan bentuknya yang juga terjadi lagi tumbuhan berbunga. Iklim sedang muncul, India terlepas dari Pangea.

c) Era Enozoikum ( kehidupan masa sekarang )

( 1 ) Periode Kuarter Tersier ® 65-2 juta tahun.

Muncul primate dan burung tak bergigi raksasa. Perkembangan bentuk hewan dan tumbuhan yang ada sebelumnya. Perubahan cuaca secara global ( Periode tersier ).

1. Epoch Paleosen ® 6,5-54,9 juta tahun

2. Epoch Eosen ® 54,9-38 juta tahun

3. Epoch Oligosen ® 38-24,6 juta tahun

4. Epoch Miosen ® 24,6-5,1 juta tahun

5. Epoch Pliosen ® 5,1-2 juta tahun

6. Epoch Pleistosen ® 2-0,01 juta tahun

7. Epoch Holosen ® 0,01 juta tahun sekarang.

Manusia modern dengan perdaban baru muncul ( awal ).

( 2 ) Pleistosen ( Kuarter )

5 kali zaman es ( zaman glacial ), terdapat jaman Intra Glasial ( iklim bumi lebih hangat ), muncul manusia purba jawa

2. Rentangan Waktu

i. Eon mencakup waktu hingga jutaan “bahkan “ milyaran tahun.

ii. Era mencakup waktu hingga ratusan juta tahun.

iii. Periode mencakup waktu jutaan tahun hingga puluhan juta tahun. Berlangsung selama 10milyar tahun saja.

iv. Epoch (Zaman) mencakup waktu ratusan ribu hingga puluhan juta tahun
(Yulia)

Rabu, 02 April 2008

Sistem Keagamaan Masyarakat Indonesia

Masuknya Agama Hindu

Gua Gajah (sekitar abad XI), salah satu peninggalan masa awal periode Hindu di Bali.

Berakhirnya zaman prasejarah di Indonesia ditandai dengan datangnya bangsa dan pengaruh Hindu. Pada abad-abad pertama Masehi sampai dengan lebih kurang tahun 1500, yakni dengan lenyapnya kerajaan Majapahit merupakan masa-masa pengaruh Hindu. Dengan adanya pengaruh-pengaruh dari India itu berakhirlah zaman prasejarah Indonesia karena didapatkannya keterangan tertulis yang memasukkan bangsa Indonesia ke dalam zaman sejarah. Berdasarkan keterangan-keterangan yang ditemukan pada prasasti abad ke-8 Masehi dapatlah dikatakan bahwa periode sejarah Bali Kuno meliputi kurun waktu antara abad ke-8 Masehi sampai dengan abad ke-14 Masehi dengan datangnya ekspedisi Mahapatih Gajah Mada dari Majapahit yang dapat mengalahkan Bali. Nama Balidwipa tidaklah merupakan nama baru, namun telah ada sejak zaman dahulu. Hal ini dapat diketahui dari beberapa prasasti, di antaranya dari prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 913 Masehi yang menyebutkan kata “Walidwipa”. Demikian pula dari prasasti-prasasti Raja Jayapangus, seperti prasasti Buwahan D dan prasasti Cempaga A yang berangka tahun 1181 Masehi.

Di antara raja-raja Bali, yang banyak meninggalkan keterangan tertulis yang juga menyinggung gambaran tentang susunan pemerintahan pada masa itu adalah Udayana, Jayapangus , Jayasakti, dan Anak Wungsu. Dalam mengendalikan


pemerintahan, raja dibantu oleh suatu Badan Penasihat Pusat. Dalam prasasti tertua 882 Masehi–-914 Masehi badan ini disebut dengan istilah “panglapuan”. Sejak zaman Udayana, Badan Penasihat Pusat disebut dengan istilah “pakiran-kiran i jro makabaihan”. Badan ini beranggotakan beberapa orang senapati dan pendeta Siwa dan Budha.

Di dalam prasasti-prasasti sebelum Raja Anak Wungsu disebut-sebut beberapa jenis seni yang ada pada waktu itu. Akan tetapi, baru pada zaman Raja Anak Wungsu, kita dapat membedakan jenis seni menjadi dua kelompok yang besar, yaitu seni keraton dan seni rakyat. Tentu saja istilah seni keraton ini tidak berarti bahwa seni itu tertutup sama sekali bagi rakyat. Kadang-kadang seni ini dipertunjukkan kepada masyarakat di desa-desa atau dengan kata lain seni keraton ini bukanlah monopoli raja-raja.

Dalam bidang agama, pengaruh zaman prasejarah, terutama dari zaman megalitikum masih terasa kuat. Kepercayaan pada zaman itu dititikberatkan kepada pemujaan roh nenek moyang yang disimboliskan dalam wujud bangunan pemujaan yang disebut teras piramid atau bangunan berundak-undak. Kadang-kadang di atas bangunan ditempatkan menhir, yaitu tiang batu monolit sebagai simbol roh nenek moyang mereka. Pada zaman Hindu hal ini terlihat pada bangunan pura yang mirip dengan pundan berundak-undak. Kepercayaan pada dewa-dewa gunung, laut, dan lainnya yang berasal dari zaman sebelum masuknya Hindu tetap tercermin dalam kehidupan masyarakat pada zaman setelah masuknya agama Hindu. Pada masa permulaan hingga masa pemerintahan Raja Sri Wijaya Mahadewi tidak diketahui dengan pasti agama yang dianut pada masa itu. Hanya dapat diketahui dari nama-nama biksu yang memakai unsur nama Siwa, sebagai contoh biksu Piwakangsita Siwa, biksu Siwanirmala, dan biksu Siwaprajna. Berdasarkan hal ini, kemungkinan agama yang berkembang pada saat itu adalah agama Siwa. Baru pada masa pemerintahan Raja Udayana dan permaisurinya, ada dua aliran agama besar yang dipeluk oleh penduduk, yaitu agama Siwa dan agama Budha. Keterangan ini diperoleh dari prasasti-prasastinya yang menyebutkan adanya mpungku Sewasogata (Siwa-Buddha) sebagai pembantu raja.

(Tugas SEJARAH - Nur Fajriah)

Selasa, 01 April 2008

Kehidupan Masyarakat Prasejarah

Corak Kehidupan Masyarakat Prasejarah Indonesia


Kebudayaan dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Masyarakat dapat bertahan hidup karena menghasilkan kebudayaan, kebudayaan itu ada karena dihasilkan oleh masyarakat. Dan melalui kebudayaanlah segala corak kehidupan masyarakat dapat diketahui.

Dengan demikian dari hasil-hasil kebudayaan material seperti yang Anda pelajari pada kegiatan belajar 1 dapat dikaji dan dipelajari corak kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia, seperti yang akan diuraikan pada uraian materi berikut ini.

Sistem kepercayaan
Sistem kepercayaan masyarakat prasejarah diperkirakan mulai tumbuh pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut atau disebut dengan masa bermukim dan berladang yang terjadi pada zaman Mesolithikum.

Kepercayaan terhadap roh terus berkembang pada zaman prasejarah hal ini tampak dari kompleksnya bentuk-bentuk upacara penghormatan, penguburan dan pemberian sesajen. Kepercayaan terhadap roh inilah dikenal dengan istilah Aninisme.

Aninisme berasal dari kata Anima artinya jiwa atau roh, sedangkan isme artinya paham atau kepercayaan. Di samping adanya kepercayaan animisme, juga terdapat kepercayaan Dinamisme.

Dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Contohnya yaitu kapak yang dibuat dari batu chalcedon (batu indah) dianggap memiliki kekuatan. Untuk contoh-contoh yang lain dapat Anda baca kembali uraian materi kegiatan belajar 1 modul ini. Dengan demikian kepercayaan masyarakat prasejarah adalah Animisme dan Dinamisme.

Kemasyarakatan
Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, masyarakatnya hidup berkelompok-kelompok dalam jumlah yang kecil. Tetapi hubungan antara kelompoknya sudah erat karena mereka harus bersama-sama menghadapi kondisi alam yang berat, sehingga sistem kemasyarakatan yang muncul pada masa tersebut sangat sederhana.

Tetapi pada masa bercocok tanam, kehidupan masyarakat yang sudah menetap semakin mengalami perkembangan dan hal inilah yang mendorong masyarakat untuk membentuk keteraturan hidup. Dan aturan hidup dapat terlaksana denga baik karena adanya seorang pemimpin yang mereka pilih atas dasar musyawarah.

Pertanian
Sistem pertanian yang dikenal oleh masyarakat prasejarah pada awalnya adalah perladangan/huma, yang hanya mengandalkan pada humus, sehingga bentuk pertanian ini wujudnya berpindah tempat.

Selanjutnya masyarakat mulai mengembangkan sistem persawahan, sehingga tidak lagi bergantung pada humus, dan berusaha mengatasi kesuburan tanahnya melalui pengolahan tanah, irigasi dan pemupukan.
Sistem persawahan dikenal oleh masyarakat prasejarah Indonesia pada masa Neolithikum, karena pada masa tersebut kehidupan masyarakat sudah menetap dan teratur.

Pada masa perundagian sistem persawahan mengalami perkembangan mengingat adanya spesialisasi/pembagian tugas berdasarkan keahliannya. Sehingga masyarakat prasejarah semakin mahir dalam persawahan.

Pelayaran
Anda masih ingat tentang migrasi bangsa-bangsa ke Indonesia seperti yang Anda pelajari pada kegiatan belajar 3 modul 1? Dengan adanya perpindahan bangsa-bangsa dari daratan Asia ke Indonesia membuktikan bahwa sejak abad sebelum masehi, nenek moyang bangsa Indonesia sudah memiliki kemampuan berlayar. Kemampuan berlayar terus mengalami perkembangan, mengingat kondisi geografis Indonesia terdiri dari pulau-pulau sehingga untuk sampai kepada pulau yang lain harus menggunakan perahu. Jenis perahu yang dipergunakan adalah perahu bercadik

Dari pembuatan perahu bercadik yang sederhana tetapi sudah mampu mengarungi samudera pada jaman prasejarah tersebut. Hal tersebut patutlah untuk dibanggakan kehebatan kemampuan berlayar nenek moyang bangsa Indonesia menjadi modal dasar dari kemampuan berdagang. Sehingga pada awal abad masehi bangsa Indonesia sudah turut ambil bagian dalam jalur perdagangan internasional.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Sejak zaman Neolithikum, masyarakat Indonesia telah megenal pengetahuan yang tinggi, dimana masyarakat telah dapat memanfaatkan angin musim sebagai tenaga penggerak dalam aktivitas perdagangan dan pelayaran juga mengenal astronomi atau ilmu perbintangan sebagai petunjuk arah pelayaran atau sebagai petunjuk waktu dalam bidang pertanian.

Selain berkembangnya ilnu pengetahuan, teknologi juga dikenal oleh masyarakat prasejarah terutama pada zaman perundagian, yaitu teknologi pengecoran logam. Sehingga pada masa perundagian masyarakat sudah mampu menghasilkan alat-alat kehidupan yang terbuat dari logam.

Kesenian
Kesenian dikenal oleh masyarakat prasejarah sejak zaman Mesolithikum yang dibuktikan dengan adanya lukisan-lukisan pada dinding-dinding gua. Untuk selanjutnya kesenian mengalami perkembangan yang pesat pada zaman Neolithikum, karena pada masa bercocok tanam terdapat waktu senggang dari menanam hingga panen. Yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyalurkan jiwa seni, dari seni membatik, gamelan bahkan wayang.

(Tugas SEJARAH - Mustika)