CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 April 2008

Owa Jawa

. Owa dalam seluruh tahap usia, baik jantan maupun betina mempunyai warna rambut abu-abu keperakan. Walaupun demikian pada owa yang masih muda rambut penutup tubuhnya sering terlihat berwarna lebih pucat. Rambut tubuh di bagian dada dan perut umumnya berwarna lebih gelap dan pada bagian tersebut terdapat bercak berwarna hitam, dengan batas bercak berwarna pucat. Pada bagian wajahnya dikelilingi oleh lingkaran putih.

Seperti suku Hylobatidae lainnya, owa juga tidak mempunyai ekor. Postur tubuhnya tegak dan mempunyai tangan yang panjang yang berguna untuk menunjang pergerakannya di pohon. Muka berwarna hitam, dengan alis berwarna abu-abu yang menyerupai warna keseluruhan tubuh. Panjang tubuh individu jantan dan betina hampir sama yaitu berkisar antara 570-800mm. Berat tubuh berkisar antara 4-8 kg.

Owa Jawa merupakan primata endemik yang hanya ditemukan di Pulau Jawa. Sebaran Hylobates moloch moloch terbatas pada hutan-hutan di Jawa Barat, terutama pada daerah yang dilindungi, seperti Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Halimun, Gunung Gede-Pangrango, serta Cagar Alam Gunung Simpang, dan Leuweung Sancang. Hylobates moloch pangoalsoni hanya ditemukan di sekitar Gunung Slamet sampai ke sekitar Pegunungan Dieng di Jawa Tengah.

Saat ini owa Jawa mudah dilihat di beberapa taman nasional di Jawa Barat, seperti Gunung Gede-Pangrango, Gunung Halimun, dan Ujung Kulon. Selain itu, primata langka ini dapat ditemukan di kawasan konservasi lainnya, seperti Cagar Alam Gunung Simpang, dan beberapa hutan lindung, seperti Gunung Salak dan Gunung Ciremai, di Jawa Barat, serta hutan lindung Gunung Slamet dan sekitar Gunung Prahu, di Jawa Tengah

Owa Jawa hidup di hutan tropik, mulai dari dataran rendah, pesisir, hingga pegunungan pada ketinggian 1.400-1.600 meter dpl. Namun, satwa ini jarang ditemukan di dalam hutan pada ketinggian lebih dari 1.500 meter dpl. Vegetasi dan jenis tumbuhan yang berada pada daerah setinggi itu bukan merupakan sumber pakan owa Jawa. Tambahan pula, banyaknya lumut yang menutupi pohon-pohon di pegunungan menyulitkan pergerakan brakiasi owa Jawa serta suhu rendah di malam hari

Menurut beberapa penelitian, owa Jawa mengkonsumsi lebih kurang 125 jenis tumbuhan yang berbeda. Bagian tumbuhan yang sering dimakan adalah buah, biji, bunga, dan daun muda. Selain itu, mereka juga diketahui memakan ulat pohon, rayap, madu, dan beberapa jenis serangga lainnya. Beberapa hasil penelitian, Owa Jawa mengkonsumsi lebih kurang 61 % buah, 38 % daun, dan sisanya berbagai jenis makanan seperti bunga dan berbagai jenis serangga.

Sebagaimana jenis owa lainnya, owa Jawa hidup berpasangan dalam sistem keluarga monogami. Selain kedua induk, di dalam keluarga juga terdapat 1–2 anak yang belum mandiri. Masa hamil primata ini antara 197 – 210 hari, jarak kelahiran anak yang satu dengan yang lain berkisar antara 3 – 4 tahun. Umumnya Owa jawa dapat hidup hingga 35 tahun.

Owa Jawa hidup di pohon (arboreal), dan jarang turun ke tanah. Pergerakan dari pohon yang satu ke pohon yang lain dengan bergelayutan (brankiasi). Daerah jelajah berkisar antara 16 – 17 ha, dan jelajah hariannya dapat mencapai 1500 meter.

Owa Jawa aktif dari pagi hingga sore hari (diurnal) siang harinya digunakan untuk beristirahat dengan saling mencari kutu antara jantan dan betina pasangannya, atau antara ibu dan anaknya. Malam harinya tidur pada percabangan pohon

(Anita)


Kamis, 03 April 2008

Protozoa

INVERTEBRATA

1. Phylum Protozoa

Protozoa berasal dari bahasa yunani, protos artinya pertama, zoon artinya hewan. Protozoa merupakan kumpulan hewan bersel satu dan berukuran mikrokopis.

A. Ciri-ciri umum :

Ø Ukuran 3 – 1000 mikron (1 mikron = 0,001 mm)

Ø Hidup soliter dan berkoloni

Ø Cara memperoleh makanan secara autotrof, saprotrof dan parasit

Ø Pencernaan secara intrasellular (di dalam sel)

Ø Pernafasan terjadi secara difusi

Ø Perkembangbiakan terjadi secara seksual dan aseksual

B. Klasifikasi

Berdasarkan alat geraknya. Protozoa dibagi menjadi empat kelas antara lain. Rhizopoda, Flagellata, Cilliata dan Sporozoa.

1. Kelas Rhizophoda / Sarcodina

Cirri-ciri :

§ Alat gerak berupa kaki semu atau pseudopodia

§ Bentuk sel tidak tetap

§ Bagian luar dilindungi selaput sel

§ Sitoplasma dapat dibedakan ektoplasma dan endoplasma

§ Memiliki 2 macam vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil

§ Mamiliki inti satu (Eukariotik)

§ Bersifat holozoik (memakan organisme lain misalnya :alga atau bakteri)

§ Pencernakan secara intra sel

§ Mengambil makanan dengan kaki semu

§ Gerakan kaki disebabkan adanya perubahan aliran plasma sol ke gel atau sebaliknya. Ada 2 tipe kaki semu Tipe Labodia yaitu ujungnya seperti tabung dan Tipe Filodia yaitu meruncing.

§ Reproduksi secara aseksual yaitu pembelahan sel secara biner (Amitosis)

Contoh Spesies :

§ Amoeba proteous, hidup bebas

§ Entamoeba histolitica.

§ Entamoeba coli

§ Entamoeba gingivalis

§ Arcella, hidup di air tawar, memiliki cangkang dari kitin

§ Foraminifera hidup di laut kerangka tersusun dari kalsium karbonat

Radioloria, hidup di laut, kerangka dari kersik/silikat

2.Flagelata / Mastigophora

Ciri-ciri :

Ø Alat gerak berupa bulu cambuk (flagel/mastig)

Ø Bentuk umumnya tetap karena memiliki selaput (pelikel)

Ø Memiliki vakuola makanan

Ø Jumlah inti satu (eukariotik)

Ø Habitat di air tawar, air laut, di dalam makhluk hidup lain (endoparasit)

Ø Memiliki bintik mata/atigma untuk membedakan gelap dan terang

Ø Cara memperoleh makanan dengan 2 cara :

§ Secara autotrof karena memiliki klorofil

§ Secara heterotrof dengan cara saprofitik dan saprozoik. Saprofitik yaitu mengambil makanan dari substansi cair disekitarnya. Saprozoik yaitu mengambil sisa hewan yang sudah mati

Ø Reproduksi terjadi secara aseksual yaitu pembelahan sel secara longitudinal

Contoh Spesies :

§ Euglena viridis, (berklorofil) hidup bebas diperairan air tawar

§ Noctiluca

§ Volvoc glubator (berklorofil) hidup di air tawar bebentuk bola

3. Ciliata

Ciri-ciri :

Ø Alat gerak berupa bulu getar/cilia

Ø Bentuk sel tetap

Ø Memiliki 2 vakuola ; vakuola makanan dan kontraktil

Ø Jumlah inti 2 ; Makronukleus untuk pertumbuhan dan perkembangan mikronukleus untuk perkembangbiakan

Ø Habitat air tawar dalam tanah, endoparasit dan ektoparasit

Ø Reproduksi secara seksual dan aseksual

§ Secara aseksual, dengan pembelahan sel (makronukleus), secara amitosis, mikronukleus secara mitosis.

Secara seksual dengan konjugasi.


(Nur Fajriah)

Rabu, 02 April 2008

Protozoa

Protozoa merupakan filum hewan bersel satu yang dapat melakukan reproduksi seksual (generatif) maupun aseksual (vegetatif).Habitat hidupnya adalah tempat yang basah atau berair. Jika kondisi lingkungan tempat hidupnya tidak menguntungkan,maka protozoa akan membentuk membran tebal dan kuat yang disebut Kista. Ilmuwan yang pertama kali mempelajari protozoa adalah Anthony van Leeuwenhoek.

Protozoa mencakup banyak organisme renik heterotrof bersel tunggal populer seperti Amoeba serta Paramaecium. Namanya berasal dari dua kata bahasa Yunani: proto (awal) dan zoon (hewan), sehingga berarti "hewan pertama". Organisme ini dianggap sebagai eukaryota pertama yang bisa hidup sebagai sel tunggal di alam.

Pembagian klasik Protozoa biasanya mencakup empat kelompok besar hewan bersel satu:

  • Flagellata
  • Ciliata
  • Sporozoa
  • Amoeboidea

Rhizopoda (Sarcodina),
alat geraknya berupa pseudopoda (kaki semu)
• Amoeba proteus
memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan
vakuola kontraktil.
• Entamoeba histolityca
menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan disentri basiler
yang disebabkan Shigella dysentriae)
• Entamoeba gingivalis
menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut
radang gusi (Gingivitis)
• Foraminifera sp.
fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya minyak
bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah globigerina.
• Radiolaria sp.
endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan
untuk bahan penggosok.

Flagellata (Mastigophora),
alat geraknya berupa nagel (bulu cambuk). Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

• Golongan phytonagellata

- Euglena viridis (makhluk hidup peralihah antara protozoa
dengan ganggang)
- Volvax globator (makhluh hidup peralihah antara
protozoa dengan ganggang)
- Noctiluca millaris (hidup di laut dan dapat mengeluarkancahaya bila terkena rangsangan mekanik)

• Golongan Zooflagellata, contohnya :

- Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense.
Menyebabkan penyakit tidur di Afrika dengan vektor (pembawa)
lalat Tsetse (Glossina sp.)
Trypanosoma gambiense vektornya Glossina palpalis(tsetse
sungai)
Trypanosoma rhodeslense vektornya Glossina morsitans
(tsetse semak )
- Trypanosoma cruzl
=> penyakit chagas
- Trypanosoma evansi
=> penyakit surra, pada hewan ternak
(sapi).
- Leishmaniadonovani
=> penyakit kalanzar
- Trichomonas vaginalis
=> penyakit keputihan cahaya bila terkena rangsangan mekanik)

Sporozoa,
adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak
Cara bergerak hewan ini dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut Sporogoni.
Marga yang berhubungan dengan kesehatan manusia => Toxopinsma dan Plasmodium.

Jenis-jenisnya antara lain:
- Plasmodiumfalciparum => malaria tropika => sporulasi tiap hari
- Plasmodium vivax => malaria tertiana => sporulasi tiap hari ke-3
(48 jam)
- Plasmodium malariae => malaria knartana => sporulasi tiap hari
ke-4 (72 jam)
- Plasmodiumovale => malaria ovale

Ciliata (Ciliophora),
alat gerak berupa silia (rambut getar)

• Paramaecium caudatum disebut binatang sandal, yang memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk mengatur kesetimbangan tekanan osmosis (osmoregulator).

Memiliki dua jenis inti : Makronukleus dan Mikronukleus (inti reproduktif). Cara reproduksi, aseksual : membelah diri, seksual : konjugasi.

• Balantidium coli menyebabkan penyakit diare.

Siklus hidup Plasmodium mengalami metagenesis terjadi di dalam tubuh manusia (reproduksi vegetatif Þ skizogoni) dan didalam tubuh nyamuk Anopheles sp. (reproduksi generatif Þ sporogoni).

(Tugas BIOLOGI - Utari O. 39)

Kowak sebagai Hewan Endemik di Indonesia

Kowak-malam Abu atau Kowak-malam Kelabu adalah sejenis burung cangak malam dari keluarga Ardeidae. Dinamai kowak karena burung ini kerap mengeluarkan suara serak dan keras wak.. ... kwak..! berulang-ulang sambil terbang di malam hari. Burung ini juga disebut sebagai kowak maling.

Nama ilmiahnya Nycticorax nycticorax (L.), yang berarti 'gagak malam', karena suara seraknya mirip dengan panggilan gagak (Gr.: nyctus malam, corax gagak). Sementara dalam bahasa Inggris burung ini disebut Black-crowned Night-heron.

Burung cangak yang berukuran sedang, kowak-malam abu dewasa mencapai ukuran 64 cm dan berat 800 g. Berkepala besar dan bertubuh kekar.Burung dewasa memiliki mahkota yang berwarna hitam kebiruan, leher dan dada berwarna putih, punggung dan mantel hitam berkilau kehijauan atau kebiruan, serta sayap dan ekor berwarna abu-abu. Pada musim kawin sampai bertelur, burung ini mempunyai dua bulu putih hiasan yang memanjang dari belakang kepalanya hingga mencapai mantelnya. Burung muda mempunyai bulu coklat kusam dengan bintik-bintik putih yang mencolok, sangat mirip dengan anak burung kowak-malam merah (Nycticorax caledonicus).Paruh agak panjang dan runcing, berwarna hitam. Iris mata merah (kuning pada hewan muda). Kaki kuning, yang berubah menjadi kemerahan bila musim berbiak.

Sesuai namanya, kowak-malam abu bersifat nokturnal, aktif berburu mangsanya di malam hari. Pada siang hari burung ini beristirahat, bertengger sambil merumuk dalam kelompok, di dahan-dahan atau di sela dedaunan pohon yang rimbun. Biasanya tidak jauh dari air.

Kowak malam abu atau dikenal dengan nama Nycticorax nycticorax mulai November 2005 resmi menjadi penghuni tetap Jl. Ganeca depan kampus ITB. Burung ini jarang ditemukan beraktivitas di pagi dan siang hari. Burung ini lebih sering ditemukan beraktivitas di sore hingga dini hari sehingga sering disebut dengan burung nocturnal.

Burung ini memiliki Kebiasaan yang cukup unik sebelum mencari makan yaitu terbang berputar-putar di sekitar habitat bersarang (koloni) mulai pukul 15.00 hingga maksimum pukul 18.00 Burung ini mulai mencari makan dengan terbang menuju arah tertentu mulai pukul 18.00. Aktivitas ini dapat diamati hingga pukul 19.00. Lewat waktu tersebut tidak dapat diamati secara visual karena langit mulai gelap sehingga pengamatan mengenai jalur terbang dari burung tersebut hanya dapat dilakukan secara auditorik.Arah yang dituju untuk mencari makan : 210,160,130,120,165, 140 derajat dr utara. Sehingga setelah dipetakan dapat dilihat bahwa daerah yang dituju : Majalaya, Banjaran/Dayeuhkolot, Marga cinta, Padalarang, dan yang menuju arah utara belum diketahui. Sebagian besar burung ini menuju arah margacinta-majalaya dimana jumlah lahan basah tempat mencari makan Untuk memandu burung yang tertinggal dr koloni, kowak menggunakan echo yang berulang

Sepanjang penelitian yang saya lakukan, belum dapat dipastikan pada bulan apa Kowak mengalami musim kawin. Yang jelas datangnya musim kawin (breeding) akan ditandai oleh 2 hal penting yaitu :

1. Terjadi aktivitas membangun sarang dengan ciri mulai adanya individu burung yang membawa sarang atau berusaha mematahkan ranting-ranting yang kecil

2. Warna kaki yang berubah dari semula berwarna kuning menjadi berwarna merah

Setelah periode kawin, burung kowak ini memasuki masa pengeraman (nestling) dimana periode ini merupakan periode paling sensitif. Warna telur burung kowak menyerupai telur asin.

(Tugas BIOLOGI - Utari O. - 39)

Komodo sebagai Hewan Endemik di Indonesia

Komodo (Varanus komodoensis), juga disebut Ora (disebut oleh penduduk asli pulau Komodo), atau kerap disebut Biawak komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Indonesia tengah.

Komodo pertama kali didokumentasikan oleh orang Eropa pada tahun 1910. Nama buruk meluas setelah tahun 1912, ketika Peter Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor, pulau Jawa, mempublikasikan tentang topik komodo setelah menerima foto dan kulit komodo. Nantinya, komodo adalah faktor pendorong ekspedisi ke pulau Komodo oleh W. Douglas Burden tahun 1926. Setelah kembali dengan 12 spesimen dan 2 komodo hidup, ekspedisi ini memberikan inspirasi untuk film King Kong tahun 1933. W. Douglas Burden adalah orang yang memberikan nama umum "Komodo". Tiga dari spesimen komodo disimpan dan masih ada di Museum Sejarah Alam Amerika.


Komodo adalah anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera. Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 meter. Panjangnya yang besar ini berhubungan dengan gigantisme pulau karena tidak terdapat mamalia karnivora di pulau tempat hidup Komodo, dan besar metabolisme Komodo yang kecil. Sebagai akibat dari besar mereka, kadal tersebut adalah predator yang mendominasi ekosistem tempat mereka hidup.

Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Besar bereka yang besar dan reputasi mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Di alam bebas habitat mereka digunakan oleh aktivitas manusia dan IUCN memasukan komodo sebagai spesies rentan. Mereka dilindungi dibawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo yang didirikan untuk melindungi mereka.

Di alam bebas, komodo dewasa biasanya memiliki massa sekitar 70 kilogram.Spesimen penangkaran memiliki massa yang lebih besar. Spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang sebesar 3.13 meter dan memiliki massa 166 kilogram, termasuk makanan yang belum dicerna. Komodo memiliki ekor yang sepanjang tubuhnya, dan juga sekitar 60 gigi bergerigi tajam yang memiliki panjang 2.5 sentimeter. Air liur mereka akan sering kali terdapat darah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi jaringan gingiva dan jaringan ini tercabik selama makan. Hal ini membuat budaya ideal untuk bakteri mematikan yang hidup di mulut mereka. Komodo memiliki lidah panjang, berwarna kuning dan bercabang. Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata, sementara komodo betina lebih berwarna hijau buah zaitun, dan memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya. Komodo muda lebih berwarna, dengan warna kuning, hijau dan putih pada latar belakang hitam.

Komodo memproduksi bisa yang mematikan, membuat komodo sebagai salah satu dari tiga spesies kadal yang memproduksi bisa. Selain bisa, komodo juga memiliki bakteri mematikan di air liur mereka, dengan lebih dari 28 Gram-negatif dan 29 Gram-positif telah terisolasi. Bakteri tersebut menyebabkan septisemia pada korban mereka; jika gigitan tidak membunuh mangsa dan dapat lari, mangsa tersebut akan mati dalam waktu satu minggu akibat infeksi. Bakteri paling mematikan di air liur komodo merupakan bakteri Pasteurella multocida yang sangat mematikan. Hal ini diketahui dari penelitian yang dilakukan dengan tikus laboratorium. Karena komodo kebal terhadap mikrobanya sendiri, banyak penelitian dilakukan untuk mencari molekul antibakteri dengan harapan dapat digunakan untuk pengobatan manusia.

Pada tanggal 20 Desember 2006, dilaporkan bahwa Flora, komodo yang hidup di Kebun Binatang Chester, Inggris adalah komodo kedua yang diketahui mengerami telur yang belum difertilisasi: ia mengerami 11 telur, dan 7 dari telurnya menetas. Peneliti di Universitas Liverpool di Inggris utara melakukan tes genetika pada tiga telur yang roboh setelah dipindah ke inkubator, dan diverivikasi bahwa Flora tidak memiliki kontak fisik dengan komodo jantan.

(Tugas BIOLOGI - )

Harimau Sumatera sebagai Hewan Endemik di Indonesia

Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) hanya ditemukan di Pulau Sumatra di Indonesia. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di Taman-taman nasional di Sumatra. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari. Penghancuran habitat adalah ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh.Harimau Sumatra adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut dengan berat 300 pound. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci dan berat 200 pound. Belang harimau sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkanPihak berkuasa Indonesia telahpun mengorak langkah untuk mengekalkan sub-spesies harimau Sumatera dan Persatuan Taman Zoologi Indonesia (PKBSI) telah berganding bahu dengan Strategi Pengekalan Harimau Sejagat selama tiga tahun untuk mendirikan program pengekalan sub-spesies harimau Sumatera Daripada populasi awal 37 ekor harimau Sumatera liar yang ditangkap terdapat 65 harimau Sumatera di zoo Indonesia, 55 di zoo Amerika , 100 di Zoo eropah, dan 12 di zoo Australia. Harimau Sumatra hanya ditemukan di pulau Sumatra. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian

Sub-spesies harimau yang diketahui adalah seperti berikut :-

  1. Harimau Indochina (Panthera tigris corbetti) - yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Malaysia, Kemboja, China, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.
  2. Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) - yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Bangladesh, Bhutan, China, India, dan Nepal.
  3. Harimau Cina Selatan (/amoy) (Panthera tigris amoyensis) - yang tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput tengah dan barat China.
  4. Harimau Siberia (Panthera tigris altaica) - atau juga dikenali sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria. Harimau Siberia tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput China, Korea Utara, dan Asia Tengah di Russia.
  5. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) - yang tinggal hanya di kepulauan Sumatera, Indonesia.
  6. Harimau Caspian (Panthera tigris virgata) - yang telah pupus sekitar 1950an. Harimau Caspian ini pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan dan padang rumput Afganistan, Iran, Mongolia, Turki, dan kawasan Asia tengah Russia.
  7. Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) - yang telah pupus sekitar 1972. Harimau Jawa pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan kepulauan Jawa, Indonesia.
  8. Harimau Bali (Panthera tigris balica) - yang telah pupus sekitar 1937. Harimau Bali pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan kepulauan Bali, Indonesia.

Dianggarkan hanya terdapat 400 hingga 500 ekor harimau sub spesies Panthera tigris sumatrae yang masih hidup liar di dalam lima taman negara Indonesia di pulau Sumatera, dan terdapat juga lebih kurang 250 ekor lagi yang dipelihara di dalam zoo seluruh dunia.

(Tugas BOLOGI - Farida Khoirunisa - 15)

Penyu sebagai Hewan Endemik di Indonesia

Penyu adalah kura-kura laut.

Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.

Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari.

Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 - 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.

Penyu yang menetas di perairan pantai Indonesia ada yang ditemukan di sekitar kepulauan Hawaii. Penyu diketahui tidak setia pada tempat kelahirannya.

Di dunia saat ini hanya ada tujuh jenis penyu yang masih bertahan, yaitu

* penyu hijau (Chelonia mydas)

* penyu sisik (Eretmochelys imbricata)

* penyu Kemp’s ridley (Lepidochelys kempi)

* penyu lekang (Lepidochelys olivacea)

* penyu belimbing (Dermochelys coriacea)

* penyu pipih (Natator depressus)

penyu tempayan (Caretta caretta)

Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.

Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit. Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. Hanya penyu pipih (Natator depressus) yang diperkirakan tidak terancam.

(Tugas BIOLOGI - )

Kasuari sebagai Hewan Endemik di Indonesia

Casuarius adalah salah satu dari dua genus burung di dalam suku Casuariidae. Genus ini terdiri dari tiga spesies Kasuari yang berukuran sangat besar dan tidak dapat terbang.

Daerah sebaran ketiga spesies ini adalah di hutan tropis dan pegunungan di pulau Irian. Kasuari Gelambir-ganda adalah satu-satunya spesies burung Kasuari yang terdapat di Australia.

Kasuari diperlengkapi tanduk di atas kepalanya, yang membantu burung ini sewaktu berjalan di habitatnya di hutan yang lebat. Selain tanduk dikepalanya, Kasuari mempunyai kaki yang sangat kuat dan berkuku tajam. Burung betina biasanya berukuran lebih besar dan berwarna lebih terang daripada jantan.

Kasuari Gelambir-ganda atau dalam nama ilmiahnya Casuarius casuarius adalah salah satu burung dari tiga spesies Kasuari. Burung dewasa berukuran besar, dengan ketinggian mencapai 170cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. Kulit lehernya berwarna biru dan terdapat dua buah gelambir berwarna merah pada lehernya. Di atas kepalanya terdapat tanduk yang tinggi berwarna kecoklatan. Burung betina serupa dengan burung jantan, dan biasanya berukuran lebih besar dan lebih dominan.

Kasuari Kerdil

Klasifikasi Ilmiah

A Kingdom : Animalia

A Phylum : Chordata

A Subphylum : Vertebrata

A Class : Aves

A Order : Struthioniformes

A Family : Casuariidae

A Genus : Casuarius

A Species : Casuarius bennetti

Kasuari Gelambir-tunggal

Klasifikasi Ilmiah

A Kingdom : Animalia

A Phylum : Chordata

A Subphylum : Vertebrata

A Class : Aves

A Order : Struthioniformes

A Family : Casuariidae

A Genus : Casuarius

A Species : Casuarius unappendiculatus

Anak burung kasuari terkadang dijadikan hewan peliharaan. Kasuari Selatan dikenal sebagai Casuarius casuarius bagi para ahli ilmu burung dan petuu bagi penduduk Kamoro. Bentuk burung ini menyerupai silang antara burung unta dan ayam kalkun. Hewan ini tidak dapat terbang dan merupakan hewan endemis yang terbesar di Papua. Burung kasuari ditakdirkan memiliki daging yang berlimpah, telur yang besar-besar, tulang paha yang kuat dan bulu-bulu kasar yang berkilau, semuanya unsur-unsur yang amat digemari penduduk Kamoro.

Propinsi Papua (Irian Jaya) merupakan daerah Kawasan Timur Indonesia, yang kaya akan keaneka ragaman hayati, baik fauna maupun floranya. Keaneka ragaman fauna Irian Jaya dari jenis burung , ada 602 species dengan tingkat endemic 52% (Anonymous, 1993).

Klasifikasi, Penyebaran dan Ciri Umum Kasuari

Berdasarkan sistematika zoologis, burung kasuari termasuk dalam Ordo Struthioniformis, Famili Casuariidae dan Genus Casuarius dengan tiga spesies yaitu Casuarius unappendiculatus (Kasuari Gelambir Tunggal), Casuarius casuarius (Kasuari Gelambir Ganda) dan Casuarius bennetti (Kasuari Kerdil) (Coates, 1985).

(Tugas BIOLOGI - Cahyaning Mundisari - 11)