CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Rabu, 02 April 2008

Kowak sebagai Hewan Endemik di Indonesia

Kowak-malam Abu atau Kowak-malam Kelabu adalah sejenis burung cangak malam dari keluarga Ardeidae. Dinamai kowak karena burung ini kerap mengeluarkan suara serak dan keras wak.. ... kwak..! berulang-ulang sambil terbang di malam hari. Burung ini juga disebut sebagai kowak maling.

Nama ilmiahnya Nycticorax nycticorax (L.), yang berarti 'gagak malam', karena suara seraknya mirip dengan panggilan gagak (Gr.: nyctus malam, corax gagak). Sementara dalam bahasa Inggris burung ini disebut Black-crowned Night-heron.

Burung cangak yang berukuran sedang, kowak-malam abu dewasa mencapai ukuran 64 cm dan berat 800 g. Berkepala besar dan bertubuh kekar.Burung dewasa memiliki mahkota yang berwarna hitam kebiruan, leher dan dada berwarna putih, punggung dan mantel hitam berkilau kehijauan atau kebiruan, serta sayap dan ekor berwarna abu-abu. Pada musim kawin sampai bertelur, burung ini mempunyai dua bulu putih hiasan yang memanjang dari belakang kepalanya hingga mencapai mantelnya. Burung muda mempunyai bulu coklat kusam dengan bintik-bintik putih yang mencolok, sangat mirip dengan anak burung kowak-malam merah (Nycticorax caledonicus).Paruh agak panjang dan runcing, berwarna hitam. Iris mata merah (kuning pada hewan muda). Kaki kuning, yang berubah menjadi kemerahan bila musim berbiak.

Sesuai namanya, kowak-malam abu bersifat nokturnal, aktif berburu mangsanya di malam hari. Pada siang hari burung ini beristirahat, bertengger sambil merumuk dalam kelompok, di dahan-dahan atau di sela dedaunan pohon yang rimbun. Biasanya tidak jauh dari air.

Kowak malam abu atau dikenal dengan nama Nycticorax nycticorax mulai November 2005 resmi menjadi penghuni tetap Jl. Ganeca depan kampus ITB. Burung ini jarang ditemukan beraktivitas di pagi dan siang hari. Burung ini lebih sering ditemukan beraktivitas di sore hingga dini hari sehingga sering disebut dengan burung nocturnal.

Burung ini memiliki Kebiasaan yang cukup unik sebelum mencari makan yaitu terbang berputar-putar di sekitar habitat bersarang (koloni) mulai pukul 15.00 hingga maksimum pukul 18.00 Burung ini mulai mencari makan dengan terbang menuju arah tertentu mulai pukul 18.00. Aktivitas ini dapat diamati hingga pukul 19.00. Lewat waktu tersebut tidak dapat diamati secara visual karena langit mulai gelap sehingga pengamatan mengenai jalur terbang dari burung tersebut hanya dapat dilakukan secara auditorik.Arah yang dituju untuk mencari makan : 210,160,130,120,165, 140 derajat dr utara. Sehingga setelah dipetakan dapat dilihat bahwa daerah yang dituju : Majalaya, Banjaran/Dayeuhkolot, Marga cinta, Padalarang, dan yang menuju arah utara belum diketahui. Sebagian besar burung ini menuju arah margacinta-majalaya dimana jumlah lahan basah tempat mencari makan Untuk memandu burung yang tertinggal dr koloni, kowak menggunakan echo yang berulang

Sepanjang penelitian yang saya lakukan, belum dapat dipastikan pada bulan apa Kowak mengalami musim kawin. Yang jelas datangnya musim kawin (breeding) akan ditandai oleh 2 hal penting yaitu :

1. Terjadi aktivitas membangun sarang dengan ciri mulai adanya individu burung yang membawa sarang atau berusaha mematahkan ranting-ranting yang kecil

2. Warna kaki yang berubah dari semula berwarna kuning menjadi berwarna merah

Setelah periode kawin, burung kowak ini memasuki masa pengeraman (nestling) dimana periode ini merupakan periode paling sensitif. Warna telur burung kowak menyerupai telur asin.

(Tugas BIOLOGI - Utari O. - 39)

0 komentar: