CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Senin, 31 Maret 2008

Cendrawasih Biru

Status konservasi
Rentan
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Paradisaeidae
Genus:
Paradisaea
Spesies:
P. rudolphi
Nama binomial
Paradisaea rudolphi(Finsch, 1885)

A. Definisi Morfologi Umum
Cendrawasih Biru atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rudolphi adalah sejenis burung cendrawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30 cm, dari genus Paradisaea.

B. Anatomi Morfologi
Dengan ciri-ciri umum:
¨ Burung ini berwarna hitam dan biru,
¨ Berparuh putih kebiruan,
¨ Kaki abu-abu,
¨ Iris mata berwarna coklat tua,
¨ Di sekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih dan
¨ Sayap berwarna biru terang.

Ciri-ciri burung jantan dewasa :
¨ Memiliki bulu-bulu jumbai hiasan pada sisi dada yang berwarna biru keunguan jika dilihat dari bawah dan berwarna coklat kemerahan jika dilihat dari atas.
¨ Pada bagian dadanya terdapat lingkaran oval hitam dengan tepi berwarna merah.
¨ Diekornya terdapat dua buah tali panjang berwarna hitam dengan ujung membulat berwarna biru.


Ciri-ciri burung betinanya:
¨ Berukuran lebih kecil,
¨ Tanpa dihiasi bulu hiasan dan
¨ Tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan.
C. Daerah Persebaran
Daerah sebaran Cendrawasih Biru terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua Nugini bagian timur dan tenggara, umumnya dari ketinggian 1.400 meter sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut.

D. Perkembangbiakan
Cendrawasih Biru adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Tidak seperti burung cendrawasih Paradisaea lainnya, Cendrawasih Biru jantan melakukan tariannya tidak dalam kelompok. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka memamerkan bulu hiasannya seperti kipas biru sambil berkicau dengan suara menyerupai dengungan rendah. Didekatnya terdapat seekor betina. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain.

E. Ekologi Sifat dan Sejarah Hidup
Cendrawasih Biru ditemukan oleh Carl Hunstein dalam salah satu ekspedisinya di pulau Irian pada tahun 1884. Nama ilmiah spesies langka ini memperingati seorang putra mahkota dari Austria bernama Rudolf von Österreich-Ungarn. Pakan burung Cendrawasih Biru terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

F. Konservasi / Pelestarian
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Biru dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix II dan dilindungi oleh hukum di Papua Nugini.





Cendrawasih elok

Status konservasi
Rentan
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Paradisaeidae
Genus:
Macgregoria
Spesies:
M. pulchra
Nama binomial
Macgregoria pulchraDe Vis, 1897
A. Definisi dan Morfologi Umum
Cendrawasih elok adalah sejenis burung khas daerah Papua, Indonesia. Panjangnya sekitar 39 cm

B. Anatomi Morfologi
Dengan cirri-ciri umum:
¨ Spesies ini mirip gagak dengan gelambir mata kuning mencolok, dan
¨ Bercak oker terang di sayap yang mencolok ketika terbang, serta
¨ Bersuara terus-menerus (deskripsi suara: dua nada penghubung jeet jeet diulang cepat; juga peer diulang).

C. Daerah Persebaran
Terpencar di daerah tertinggi Peg. Jayawijaya dan Peg. Star dan di Tenggara, pada ketinggian 3200-3500 m (jarang 2700-4000 m). Tidak ada di Dataran Tinggi Tengah dan Timur. Habitat aslinya di Hutan Subalpin

D. Perkembangbiakan
Spesies ini biasanya berpasangan, mudah ditemukan berdasarkan suaranya yang terus-menerus, bertengger di belukan pepohonan di tepi hutan, makan buah, monogami.

Cendrawasih Kaisar

Status konservasi
Hampir terancam
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Paradisaeidae
Genus:
Paradisaea
Spesies:
P. guilielmi
Nama binomial
Paradisaea guilielmiCabanis, 1888

A. Definisi dan Morfologi Umum
Cendrawasih Kaisar atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea guilielmi adalah sejenis burung cendrawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm, dari genus Paradisaea.

B. Anatomi Morfologi
Dengan cirri-ciri:
¨ Burung ini berwarna kuning dan coklat,
¨ Berparuh abu-abu kebiruan,
¨ Kaki coklat keunguan, dan
¨ Iris mata berwarna coklat kemerahan.

Ciri-ciri burung jantan dewasa:
¨ Memiliki muka,
¨ Atas kepala bagian depan dan tenggorokan berwarna hijau mengilap.
¨ Kepala bagian belakang, punggung dan sayap berwarna kuning,
¨ Dan tubuh bagian bawahnya berwarna coklat.
¨ Pada bagian sisi dadanya terdapat bulu-bulu hiasan berwarna putih, dan
¨ Diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berwarna hitam.


Ciri-ciri burung betinanya:
¨ Berukuran lebih kecil,
¨ Tanpa dihiasi bulu hiasan,
¨ Memiliki kepala berwarna coklat tua,
¨ Punggung kuning kecoklatan, dan
¨ Tubuh bagian bawah berwarna coklat.
¨ Burung muda memiliki bulu seperti burung betina.
C. Daerah Persebaran
Daerah sebaran Cendrawasih Kaisar terdapat di hutan-hutan pegunungan bagian bawah dan perbukitan Jasirah Huon di Papua Nugini, umumnya dari ketinggian 670 meter sampai ketinggian 1.350 meter di atas permukaan laut.

D. Perkembangbiakan
Cendrawasih Kaisar adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian di dalam kelompok lek. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka memamerkan bulu hiasannya. Pakan burung Cendrawasih Kaisar terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

E. Ekologi Sifat dan Sejarah Hidup
Cendrawasih Kaisar ditemukan oleh Carl Hunstein dalam salah satu ekspedisinya di pulau Irian pada bulan Januari 1884. Nama ilmiah spesies ini memperingati seorang kaisar Jerman, Frederick William Albert Victor.

F. Konservasi / Pelestarian
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Kaisar dievaluasikan sebagai beresiko hampir terancam di dalam IUCN Red List. Burung ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Cendrawasih Kuning-kecil

Status konservasi
Risiko rendah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Paradisaeidae
Genus:
Paradisaea
Spesies:
P. minor
Nama binomial
Paradisaea minorShaw, 1809
A. Definisi dan Morfologi Umum
Cendrawasih Kuning-kecil atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea minor adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 32cm.

B. Anatomi Morfologi
Dengan cirri-ciri umum:
¨ Burung ini berwarna kuning dan coklat,
¨ Berparuh abu-abu kebiruan, dan
¨ Mmempunyai iris mata berwarna kuning.

Ciri-ciri burung jantan dewasa:
¨ Memiliki bulu di sekitar leher berwarna hijau zamrud mengkilap,
¨ Pada bagian sisi perut terdapat bulu-bulu hiasan yang panjang berwarna dasar kuning dan putih pada bagian luarnya.
¨ Di ekornya terdapat dua buah tali ekor berwarna hitam.

Ciri-ciri burung betinanya:
¨ Berukuran lebih kecil dari burung jantan,
¨ Memiliki kepala berwarna coklat tua,
¨ Dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan.

C. Daerah Persebaran
Populasi Cendrawasih Kuning-kecil tersebar di hutan Irian Jaya dan Papua Nugini. Burung ini juga ditemukan di pulau Misool, provinsi Irian Jaya Barat dan di pulau Yapen, provinsi Papua.

D. Perkembangbiakan
Cendrawasih Kuning-kecil adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cendrawasih Kuning-kecil terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.
E. Konservasi / Pelestarian
Spesies ini mempunyai daerah sebaran yang luas dan sering ditemukan di habitatnya. Cendrawasih Kuning-kecil dievaluasikan sebagai Beresiko Rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Cendrawasih Mati-kawat

Status konservasi
Risiko rendah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Paradisaeidae
Genus:
SeleucidisLesson, 1835
Spesies:
S. melanoleucus
Nama binomial
Seleucidis melanoleucusDaudin, 1800
A. Definisi dan Morfologi Umum
Cendrawasih Mati-kawat atau dalam nama ilmiahnya Seleucidis melanoleucus adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm, dari genus tunggal Seleucidis.

B. Anatomi Morofologi
Ciri-ciri burung jantan dewasa :
¨ Mempunyai bulu berwarna hitam mengilap,
¨ Pada bagian sisi perutnya dihiasi bulu-bulu berwarna kuning dan duabelas kawat berwarna hitam.
¨ Burung ini berparuh panjang lancip berwarna hitamI
¨ ris mata berwarna merah.

Ciri-ciri burung betinanya:
¨ Berwarna coklat,
¨ Berukuran lebih kecil dari burung jantan ,dan
¨ Tanpa dihiasi bulu-bulu berwarna kuning ataupun keduabelas kawat di sisi perutnya.

C. Daerah Persebaran
Cendrawasih Mati-kawat ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Irian.

D. Perkembangbiakn
Seperti kebanyakan spesies burung lainnya di suku Paradisaeidae, Cendrawasih Mati-kawat adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan menggunakan keduabelas kawat pada ritual tariannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cendrawasih Mati-kawat terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

E. Konservasi / Pelestarian
Spesies ini mempunyai daerah sebaran yang luas dan sering ditemukan di habitatnya. Cendrawasih Mati-kawat dievaluasikan sebagai Beresiko Rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Cendrawasih Merah

Status konservasi
Hampir terancam
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Paradisaeidae
Genus:
Paradisaea
Spesies:
P. rubra
Nama binomial
Paradisaea rubraDaudin, 1800
A. Definisi dan Morfologi Umum
Cendrawasih Merah atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rubra adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm, dari marga Paradisaea.

B. Anatomi Morfologi
Dengan cirri-ciri umum:
¨ Burung ini berwarna kuning dan coklat, dan
¨ Berparuh kuning.

Ciri-ciri burung jantan dewasa:
¨ Berukuran sekitar 72cm yang termasuk bulu-bulu hiasan berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya,
¨ Bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam.

Ciri-ciri burung betinanya:
¨ Berukuran lebih kecil dari burung jantan,
¨ Dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan.



C. Daerah Persebaranya
Endemik Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.


D. Perkembangkiakan
Cendrawasih Merah adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cendrawasih Merah terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

E. Konservasi / Pelestarian
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Merah dievaluasikan sebagai beresiko hampir terancam di dalam IUCN Red List. Burung ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.

0 komentar: